Kamis, 04 Oktober 2012

THE BUTTERFLY EFFECT


DEFINISI DAN PENERAPAN TEORI

         Mungkin kalian pernah mikir, "Ah coba aku gak ngelakuin hal itu, pasti situasinya bakal beda." Nah, itu mungkin aja, sesuatu yang kecil yang pernah kalian lakuin di masa lalu, bisa jadi pengaruhnya gede banget sekarang di masa depan. Nah, teori ini oleh para ahli fisika disebut "The Butterfly Effect", kenapa dinamain gitu, karena umpamanya kepak sayap kupu - kupu, hal kecil tadi bisa bikin perubahan yang gede banget. Mungkin gak cuma buat kita manfaat/mudharatnya, tapi juga untuk keluarga, temen, atau mngkin dunia.
Salah satu contoh konkrit, tahu Steve Jobs? Orang yang nemuin iPod, MacBook, dan juga bos besar dari Apple Inc.? Dulu beliau itu "mahasiswa gelap" di sebuah universitas di AS sono. Dulu beliau ngambil kelas kaligrafi. Nah, berangkat dari ilmu komputer dan kaligrafi ini Mr. Jobs punya ide buat bikin sebuah OS (Operating System) yang tampilannya cantik (soalnya dulu lagi MS-DOS dan UNIX lagi booming di kalangan dunia IT, sayang penggunaannya sangat tidak "user friendly", maklumlah mereka tuh gak seperti windows sekarang yang tinggal di klik, dulu buat maen game aja kita harus ngetikin perintah yg lumayan panjang, alamaak!).
Mr. Jobs namain OS baru ini MacIntosh, diambil dari nama varietas apel favoritnya. Kesuksesan MacIntosh ini membuat beliau menangguk keuntungan gede banget dan bisa mendirikan Apple, Inc. Coba kalo dulu Mr. Jobs gak ikut kelas kaligrafi, Mr. Jobs belum tentu punya ide buat bikin Mac, Mr. Jobs belum tentu punya modal buat bikin Apple, Inc., yang namanya iPod (atau mp3 player) mungkin gak akan ada, juga yg paling penting, belum tentu ada OS yang semudah OS jaman sekarang. Lho, lho, kok jadi nyambung ke informatika? Ini kan teori fisika?!? Ya udah deh kita bahas secara fisika (sekaligus juga ilmiah dan "bau rumus"):
SEBAGAI ILMU FISIKA
Teori "butterfly effect" bisa dideskripsikan dalam grafik (disebut grafik Lorenz) atau sebuah persamaan:
CoordinatesOrbitsButterfly Effect Equation
         Menurut Teori Chaos atau "Teori Kekacauan" yang dikemukakan oleh E. Lorenz, ada bukti bahwa kepak sayap burung (atau kupu - kupu) menimbulkan pengaruh kecil di atmosfir, meskipun pengaruhnya kecil, tapi pengaruh tersebut terakumulasi di atmosfir, menyebabkan perubahan besar pada cuaca.
Sebagai contoh, kepak sayap kupu - kupu di Brazil pada 40 tahun lalu merupakan salah satu pemicu terjadinya badai tornado di AS, inilah salah satu implikasi ilmiah dari butterfly effect. Persepsi masyarakat sendiri sangat berbeda dari definisi secara ilmiah ini. Banyak yang mengaitkan teori butterfly effect dengan perjalanan lintas-waktu (time travelling), pengubahan takdir, atau bahkan imortalitas.
Padahal, semua itu jelas tergolong musyrik. Coba bayangkan jika ada perjalanan lintas-waktu, maka hancurlah dunia karena setiap orang akan selalu mencoba memperbaiki kesalahan di masa lalu yang bisa saja merugikan orang lain, apalagi imortalitas dan pengubahan takdir, yang sebenarnya adalah kuasa Tuhan Yang Maha Esa. Kita harap tidak ada orang Islam yang memiliki persepsi seperti ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Budayakan Share ^_^