Jumat, 19 Oktober 2012

Sistim Bilangan


SISTEM BILANGAN    
                                       

1.  BINER (basis 2) dengan simbol bilangan 0 dan 1.
2.  OKTAL (basis 8) dengan simbol bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7.
3.  DESIMAL  (basis 10) dengan simbol bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
4.  HEKSADESIMAL (basis 16) dengan simbol bilangan 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E, F
·       KONVERSI SISTEM BILANGAN1.   Basis X ke DESIMAL
·       Untuk bilangan bulat, kalikan bilangan tersebut dengan  pangkat basis X sesuai dengan nilai
    tempat/bobot        - Contoh :   1458 = ……..10
1458 = 1x82 + 4x81 + 5x80  =   64  +  32    +   5   = 10110·       Untuk bilangan pecahan, kalikan bilangan tersebut dengan  pangkat negatif basis X sesuai dengan nilai tempat/bobot
        - Contoh :   0, 128 = ……..10
0,12    =  1 x 1/81  +  2 x 1/82   = 1/8  +  2/64             =1/8 + 1/32   =4/32 + 1/32   =  5/322.  DESIMAL ke Basis X
·       Untuk bilangan bulat, bilangan tersebut dibagi dengan basis X
·       Untuk bilangan pecahan, kalikan bilangan tersebut dengan basisnya
3.  BASIS X ke BASIS Y
·       Bilangan tersebut diubah ke desimal (lihat no. 1) kemudian ubah desimal tersebut ke basis Y (lihat no. 2).
4.  BINER ke OKTAL dan sebaliknya
·       3 bit biner (dimulai dari titik radiks) = 1 digit oktal
5.  BINER ke HEKSADESIMAL dan sebaliknya
·     4 bit biner (dimulai dari titik radiks) = 1 digit
   heksadesimal·       KODE BINER
1.  Kode Biner yg berbobot ®BCD (Binary coded
    Decimal)Contoh : kode BCD 8421 artinya MSB = Most Significant Bit mempunyai bobot 8, sedang LSB = Least Significant Bit mempunyai bobot 1.         * Konversi BCD ke  sistem bilangan basis yang lain :-      BCD ke basis X ® ubah BCD ke Desimal kemudian ubah Desimal ke basis X.
Contoh :                  000101011 . 00100101BCD  = …… 2
        0 0010 1001  . 0010  0101   = 29,2510 =11101, 012                0    2             9      ,    2        52.   Kode Biner yang tidak berbobot
-      Kode Excess-3 ® kode yang tiga angka lebih besar dari BCD 8421.
        Contoh :   6210 = …….xs3Caranya : Tambah desimal 3  di setiap digit desimalnya kemudian ubah des. tersebut ke BCD, sehingga hasilnya menjadi      6   2                                                3   3  +                                                9   5  ®  1001 0101(xs3)     

- Kode  Gray ® kenaikan hitungan (penambahan) dilakukan hanya dengan pengubahan keadaan satu bit saja.
          Contoh :   210 = …..kode grayCaranya : ubah des. ke biner dahulu ® 0010                                         0      0     1        BINER ®           0    0      1      0   +
 KELABU®       0    0     1      1                                                                               Kode Gray sering  digunakan dalam situasi dimana kode biner yang lainnya mungkin menghasilkan kesalahan atau kebingungan selama dalam transisi dari satu word kode ke word kode yang lainnya, dimana lebih dari satu bit dari kode diubah.·       KODE ASCII   termasuk kode Alfanumerik .
Contoh : cari kode heksadesimal dan desimal untuk huruf b dalam kode ASCII.

-          Cari b dalam tabel 2.9 Kode ASCII (Pengantar Organisasi Komputer, GUNADARMA, halaman 68) nilai barisnya adalah (6)16 = (0110)2 dan nilai kolomnya adalah  (2)16 = (0010)2. Jadi kode ASCII untuk b adalah (62)16 atau (01100010)2.

·       REPRESENTASI FLOATING-POINT
-     Menyatakan suatu bilangan yang sangat besar/sangat kecil dengan menggeser titik desimal secara dinamis ke tempat yang sesuai dan menggunakan eksponen 10 untuk menjaga titik desimal itu.

- Sehingga range bilangan yang sangat besar dan sangat kecil untuk direpresentasikan hanya dengan beberapa digit saja.

- Dinyatakan dengan notasi ® a = (m,e) , dimana :
a= m x re       r = radiks
                   m = mantissa
                    e = eksponen
Contoh : Tunjukkan bilangan-bilangan berikut ini dalam notasi floating point.
a. (45.382)10® 0.45382 x 102 = (0.45382,2)
b. (-21,35)8 ® -2135,0 x 8-2 = (-2135.0,-2)



ARITMATIKA FLOATING POINT
-              Penambahan          0,63524 x 103
0,63215 x 103  +
                1,26739 x 103 ® 0,126739 x 104

-       Pengurangan         0,63524 x 103
                                        0,63215 x 103  -
                                         0,00309 x 103® 0,309 x 101
-                      0,10100 x 2® 0,01010 x 23
0,11000 x 2® 0,11000 x 23   +
                          1,00010 x 23 ® 0,10001 x 24
-       Perkalian
(0,253 x 102) x (0,124 x 103) = (0,253) x (0,124) x 102+3
                                                   
= 0,031 x 105 ® 0,31 x 104
                                    normalize
-       Pembagian      0,253 x 102 = 0,253 x 102-3
                                0,124 x 103     0,124       
                               
= 2,040 x 10-1 ® 0,204 x 100
                            overflow    

·                           REPRESENTASI FIXED POINT  
Radiks point/binary point tetap dan diasumsikan akan berada di sebelah kanan dari digit yang paling kanan.

1.      Representasi Sign-Magnitude/Nilai tanda
Untuk merepresentasikan bilangan integer negatif dan positif. Dengan menggunakan MSB sebagai bit tanda ®0 = positif, 1 = negatif
Contoh :
Sign-Magnitude +9 dalam 8 bit  = 00001001  
Sign-Magnitude –4 dalam 4 bit  = 1100

Magnitude dari bilangan positif dan negatif sama hanya beda pada sign digitnya/MSB.
2.      Representasi Komplemen-1
Untuk mendapat komplemen-1 maka bilangan nol diubah menjadi satu dan satu menjadi nol.

3.      Representasi Komplemen-2
Langkah-langkah : Pengubahan bilangan desimal bertanda ke bilangan komplemen-2 (8-bit)
·       Tentukan bit tanda/MSB ® 0 = positif, 1 = neg.
·       Ubah desimal ke biner (7-bit)
·       Ubah ke kompl-1 (setiap 0 diubah ke 1 dan setiap
      1 diubah ke 0)
·       Ubah ke kompl-2 (tambahkan +1 ke kompl-1
      untuk mendapat bil. kompl-2)
·       Gabung menjadi satu yaitu MSB sebagai tanda
      bit dan 7-bit sebagai besarannya.

Langkah-langkah : Pengubahan bil. kompl-2 (8-bit) ke bil. des. bertanda
·       Tentukan bit tanda/MSB
·       Ubah 7-bit kompl-2 tersebut  ke kompl-1
·       Ditambah +1 ke kompl-1
·       Ubah biner ke desimal


ARITMATIKA FIXED POINT
          Penambahan positif, negatif, dan secara kebalikan bil-bil. biner yang diberi tanda yang direpresentasikan dalam komplemen-2.
          001110 (+14)                                   110010 (-14)
       + 001100 (+12)         end carry     +  110100 (-12)
          011010 (+26)                                 1 100110 (-26)





0 komentar:

Posting Komentar

Budayakan Share ^_^